Saya mau coba buat video affiliate produk, tapi cuma punya satu gambar produk. Satu foto kantong sampahnya, saya potret sendiri lalu saya minta AI merapikan tampilannya supaya enak dilihat, itu saja. Tidak ada rekaman video, tidak ada studio, tidak ada orang yang bisa saya minta jadi model.
Yang saya inginkan adalah video tegak 9:16 untuk konten affiliate, dan saya tidak mau bayar langganan apa pun dulu. Ternyata bisa. Maka post ini saya isi dengan cara bikin video affiliate dari satu gambar produk, lengkap dari urutan promptnya sampai setelan yang saya pakai di Google Flow.
Hasil akhirnya dua video, masing-masing delapan detik, dan masing-masing habis 20 kredit, total 40 kredit, pas dengan jatah akun gratis saya. Satu hal supaya tidak salah paham: menyambung dua video itu jadi satu saya kerjakan di CapCut, dan bagian itu tidak saya bahas di sini.
Tonton juga tutorial detailnya di YouTube Channel saya
Yang perlu disiapkan sebelum bikin video affiliate
- Akun Google biasa. Tidak perlu langganan.
- Satu gambar produk yang tajam, dan sebisa mungkin latarnya bersih. Gambar inilah yang jadi acuan wajah produknya, jadi kalau gambarnya buram, videonya ikut buram.
- HP saja cukup. Semua yang saya tunjukkan di sini saya kerjakan dari HP lewat browser, bukan dari laptop.
Urutan dan komposisi prompt adalah bagian yang paling menentukan hasil kualitas video
Waktu bikin video affiliate, kalau prompt-nya cuma satu kalimat seperti “buatkan video iklan kantong sampah”, hasilnya pasti generik. Yang bikin hasilnya rapi bukan panjangnya, tapi urutan dan komposisinya. Saya pakai enam bagian ini, urutannya memang dari atas ke bawah:
- Peran. Kalimat pertama menetapkan AI ini sedang jadi siapa. Saya tulis “bertindaklah sebagai cinematographer iklan produk bergaya Apple”. Satu kalimat ini saja sudah mengubah sudut kamera, kecepatan gerakan, dan pencahayaannya.
- Konteks. Jelaskan ini untuk apa dan untuk siapa. Video affiliate tegak untuk layar HP, produknya apa, pembacanya siapa. Tanpa ini hasilnya melayang ke mana-mana.
- Tugas. Perintah utamanya, dengan kata kerja yang jelas. Bukan “buat video bagus”, tapi “animasikan gambar ini, mulai dari close-up kotak dispenser, lalu kamera bergeser mengikuti kantong yang jatuh”.
- Batasan. Yang tidak boleh dilakukan. Ini bagian yang paling sering dilupakan orang, padahal paling ampuh menahan AI supaya tidak mengarang. Saya larang warna latar mencolok, larang gerakan kamera cepat, larang elemen yang ramai.
- Format dan nada. Bentuk hasilnya: fotorealistik, 9:16, pencahayaan studio, gerakan lambat.
- Contoh acuan. Opsional, tapi sangat membantu. Saya sebut iklan iPhone sebagai acuan rasa, bukan untuk ditiru mentah-mentah.
Kenapa saya bikin dua prompt, bukan satu
Sekali generate, yang keluar cuma satu klip delapan detik. Itu tertulis sendiri di kotak kirimnya, “Video, 720p, 8s”. Delapan detik tidak cukup untuk cerita yang utuh, jadi saya pecah jadi dua adegan.
Adegan pertama memperlihatkan kantongnya ditarik keluar dari kotak dispenser dan jatuh ke arah tempat sampah. Adegan kedua melanjutkan gerakan itu sampai tali birunya ditarik dan kantongnya tertutup rapat. Dua adegan, satu alur. Begitu caranya bikin video affiliate yang durasinya cukup.
Cara bikin videonya nyambung
Akhir adegan pertama harus ditentukan. Jangan biarkan AI memutuskan sendiri mau berhenti di mana. Di prompt pertama saya tulis video harus berakhir tepat saat kantong menyentuh bibir tempat sampah, dengan kamera sedang maju perlahan, dan frame terakhirnya sedikit blur untuk persiapan potongan.
Awal adegan kedua harus melanjutkan gerakan itu. Di prompt kedua saya tulis “lanjutkan gerakan kamera maju perlahan” sebagai kalimat pembuka tugasnya. Dua video yang digenerate terpisah jadi terasa satu tarikan napas.
Satu larangan tambahan yang saya tulis dengan huruf besar di prompt kedua: video tidak boleh berhenti di tengah gerakan. Setelah kantongnya tertutup, biarkan benda itu diam satu detik penuh sebelum video habis. Tanpa kalimat ini, hasilnya terasa seperti video yang terpotong karena kehabisan durasi.
Langkah-langkahnya di Google Flow
Buka Google Flow di browser, masuk dengan akun Google, lalu bikin proyek baru. Tampilan awalnya kosong, cuma ada tulisan untuk mulai membuat atau menaruh media.

- Unggah dulu gambar produknya dari galeri HP ke Flow.

- Setelah masuk ke daftar aset, tekan gambarnya sampai dia menempel di kolom prompt. Kalau belum menempel, gambarnya tidak akan dipakai sebagai acuan.
- Tempel prompt adegan pertama di kolom itu.

- Pilih Video, bukan Image.
- Pilih Ingredients, bukan Frames. Ini yang memberi tahu Flow bahwa gambar tadi dipakai sebagai bahan, bukan sebagai frame awal.
- Pilih 9:16 supaya hasilnya tegak.
- Pilih modelnya, lalu jumlahnya x1. Saya pakai Veo 3.1 Fast.

- Tekan kirim, lalu tunggu sampai 100 persen.
- Begitu selesai, tempel prompt adegan kedua, lalu ulangi semua pilihan di langkah 4 sampai 7. Setelannya tidak selalu ikut tersimpan, jadi saya biasakan cek ulang satu per satu.
- Tunggu sampai 100 persen lagi, lalu tonton dua-duanya.
Kenapa saya pilih Veo Fast
Di daftar modelnya ada Omni 1.1 Flash, lalu Veo 3.1 Lite, Fast, dan Quality. Angka kreditnya tertulis sendiri di bawah tombol, dan itu berubah begitu modelnya diganti.
Veo 3.1 Lite memakai 10 kredit sekali generate, Veo 3.1 Fast memakai 20. Saya pilih Fast, jadi dua adegan menghabiskan 40 kredit, pas dengan jatah akun gratis saya.
Konsekuensinya tidak ada sisa sama sekali untuk mengulang, jadi promptnya harus benar sejak awal. Kalau Anda mau ruang untuk coba-coba, pakai Lite, karena 40 kredit yang sama cukup untuk empat klip.

Bagi saya hasilnya sudah cukup bagus untuk bikin video affiliate yang tayang di layar HP. Beda kualitas antar model baru terasa kalau videonya ditonton di layar besar.
Hasilnya
Dua klip jadi, dan keduanya memang nyambung. Yang pertama berhenti tepat saat kantongnya menyentuh tempat sampah, yang kedua mulai dari situ. Produk di dalam video juga masih produk yang sama dengan gambar acuannya, bukan barang lain yang mirip.

Periksa lagi sebelum pakai videonya
- Cek bentuk produknya. AI kadang mengarang detail kecil, misalnya tulisan di kemasan jadi berubah atau jumlah talinya tidak sama. Kalau yang berubah itu bagian yang jadi nilai jual, videonya jangan dipakai.
- Jangan menambah klaim yang tidak ada di produknya. Kalau produknya tidak anti bocor, jangan minta AI menampilkan adegan yang seolah-olah membuktikan anti bocor. Itu bukan soal video bagus atau tidak, itu soal jujur ke pembeli.
- Cek detik pertama dan detik terakhir. Di situ paling sering muncul goyangan kecil. Potong sedikit waktu digabung, dan sambungannya jadi lebih halus.
Kesimpulan saya dari topik yang dibahas: Hal ini menyadarkan saya betapa cepat teknologi berkembang. Dulu punya satu foto produk artinya hanya bisa pasang foto itu, tidak bisa dipakai bikin video affiliate. Sekarang satu foto yang sama bisa jadi video tegak yang layak ditonton, dan semuanya dikerjakan sambil duduk, dari HP.