TeamViewer dan AnyDesk versi gratis, saya tes remote PC kantor seharian

Pada 1 Oktober 2026 saya sedang di luar kantor seharian, tapi ada file yang hanya ada di PC meja saya. Mau tidak mau PC itu harus saya remote dari jauh. Dua aplikasi yang saya punya untuk keperluan itu cuma TeamViewer dan AnyDesk, keduanya versi gratis.

Saya sekalian mau uji coba keduanya bergantian di PC yang sama, lalu saya catat jamnya. Hasilnya cukup jauh berbeda, dan perbedaan TeamViewer dan AnyDesk yang paling terasa buat saya ternyata bukan soal kecepatan gambar, melainkan soal berapa lama sesinya bertahan dan siapa yang harus menunggu di depan PC.

Angka di tulisan ini hasil pemakaian saya sendiri di satu hari itu, bukan angka resmi dari pembuat aplikasinya. Saya jelaskan alasannya di bagian bawah, karena itu bagian yang menurut saya justru paling penting.

Cara saya mengujinya

Pengujiannya sederhana dan sengaja tidak saya buat ilmiah, karena yang saya cari memang jawaban praktis untuk kebutuhan hari itu.

  • PC yang dituju sama, yaitu PC kerja saya di kantor, dan jaringannya juga tidak berubah.
  • Laptop yang saya pakai untuk menyambung juga satu-satunya, tidak ganti perangkat di tengah jalan.
  • Pekerjaannya sama, yaitu membuka File Explorer, mencari file, dan membuka beberapa berkas Excel.
  • Penanda waktunya jam Windows di kedua sisi, yang kebetulan ikut terpotret di tangkapan layar.

TeamViewer gratis: 5 jam 5 menit tanpa terputus

Saya mulai dari TeamViewer karena itu yang lebih dulu terpasang di PC kantor. Sesinya saya buka jam 09.00, lalu saya biarkan tersambung sambil bekerja.

Jendela TeamViewer yang sedang me-remote PC kantor, panel Free license personal use only terlihat di kanan bawah
Sesi TeamViewer yang sedang berjalan. Isi folder saya samarkan, tapi panel TeamViewer dan jam di kedua sisi dibiarkan apa adanya.

Saya cek lagi jam 14.05, dan sesinya masih hidup. Tidak ada kotak peringatan, tidak ada permintaan sambung ulang, tidak ada hitung mundur.

Potongan jam Windows dari dua tangkapan layar TeamViewer, menunjukkan 09.00 dan 14.05 pada tanggal 1 Oktober 2026
Dua potongan jam dari tangkapan layar saya, diambil dari sesi yang sama: 09.00 lalu 14.05.

Jadi totalnya 5 jam 5 menit dalam satu sesi, dan itu pun saya putuskan sendiri, bukan karena diputus aplikasinya. Untuk pemakaian sehari penuh dari luar kantor, ini yang saya butuhkan.

AnyDesk gratis: sesi ditutup di menit ke-24

Sore harinya saya ganti ke AnyDesk, PC tujuannya tetap sama. Sesinya mulai jam 14.47, dan ini terbaca di log obrolan AnyDesk sendiri.

Jendela AnyDesk dengan log Session request received dan Session started jam 14.47 serta keterangan This is a non-commercial session
Log AnyDesk: permintaan sesi masuk, lalu sesi dimulai pada 14.47. Perhatikan keterangan non-commercial session di bagian bawah.

Jam 15.11 muncul kotak Session Closed, dengan keterangan bahwa koneksi jaringan ditutup karena batasan lisensi, lalu ditawari berlangganan. Dari 14.47 ke 15.11 berarti sesinya bertahan 24 menit.

Kotak Session Closed di AnyDesk karena batasan lisensi pada pukul 15.11, salah satu perbedaan TeamViewer dan AnyDesk versi gratis
Pesan penutupnya menyebut batasan lisensi, bukan masalah jaringan. Jamnya 15.11.

Setelah itu saya harus menyambung ulang dari awal. Buat pekerjaan yang butuh fokus, berhenti setiap kurang dari setengah jam itu lumayan mengganggu, apalagi kalau sedang di tengah mengedit sesuatu.

Perbedaan mengenai siapa yang harus menunggu di depan PC

Perbedaan ini baru terasa saat saya sedang di luar dan tidak ada siapa-siapa di kantor.

Di AnyDesk, log tadi berbunyi permintaan sesi diterima lebih dulu, baru kemudian sesi dimulai. Artinya ada langkah persetujuan di sisi PC yang dituju, dan untuk itu harus ada orang di sana yang menekan terima.

Di TeamViewer, saya langsung masuk tanpa menunggu siapa pun, karena PC itu sudah saya beri sandi tetap sebelumnya.

Satu hal yang perlu saya luruskan di sini supaya adil: perbedaan ini sebenarnya soal pengaturan, bukan soal aplikasinya. AnyDesk juga menyediakan akses tanpa pendamping lewat sandi, sama seperti TeamViewer. Bedanya, di kondisi apa adanya waktu itu, TeamViewer di PC saya sudah tersetel begitu dan AnyDesk belum. Jadi kalau kalian memakai AnyDesk, pengaturan itu yang perlu disiapkan dulu sebelum pergi meninggalkan kantor.

Yang sama-sama ada di keduanya

Karena tulisan ini soal perbedaan, bagian ini perlu juga supaya tidak berat sebelah. Beberapa hal yang dulu saya kira jadi keunggulan salah satu, ternyata ada di dua-duanya.

  • Kirim file antar perangkat. Di TeamViewer ada di menu Files & Extras, di AnyDesk ada tab File Transfer di sebelah tab Chat. Keduanya terlihat di tangkapan layar di atas.
  • Kotak obrolan. Berguna kalau ada rekan yang sedang duduk di depan PC yang saya remote, jadi tidak perlu pindah ke WhatsApp cuma untuk bilang jangan dimatikan dulu.
  • Jalan tanpa perlu buka port atau atur router. Ini yang bikin keduanya dipakai orang kantor, termasuk saya. Tidak perlu minta tolong siapa pun untuk mengubah pengaturan jaringan.

Satu kelebihan kecil AnyDesk yang saya suka: ada penghitung waktu sesi yang berjalan di panelnya, terbaca Connected 00:00:35 di tangkapan layar tadi. Di TeamViewer saya tidak menemukan penunjuk serupa. Kedengarannya sepele, tapi di aplikasi yang bisa memutus sesi karena lisensi, tahu sudah berapa lama tersambung itu ada gunanya.

Soal kecepatan gambar dan kehalusan gerak kursor, saya tidak bisa memberi angka. Hari itu saya tidak mengukurnya, dan menurut perasaan saja keduanya sama-sama nyaman di jaringan yang saya pakai. Jadi bagian itu sengaja tidak saya masukkan ke perbandingan, daripada saya karang.

Kenapa angka 24 menit di AnyDesk itu tidak boleh dianggap patokan

Bagian ini sengaja saya tulis, karena kalau tidak, tulisan ini jadi menyesatkan.

AnyDesk tidak mengumumkan batas waktu sesi yang pasti untuk lisensi gratisnya. Kalau kalian cari di internet, laporan orang berbeda-beda, ada yang kena di lima menit, ada yang baru kena setelah satu jam. Saya kebagian 24 menit. Jadi angka itu pengalaman satu hari, bukan aturan.

Yang lebih masuk akal menurut saya, pemutusan itu bukan timer melainkan hasil deteksi. Perhatikan lagi tangkapan layar tadi: AnyDesk menandai sesi saya sebagai non-commercial session, dan alasan penutupannya pun batasan lisensi. Begitu sistemnya menilai sebuah sesi terlihat seperti pemakaian kerja, sesinya dipotong.

Hal yang sama berlaku ke arah sebaliknya untuk TeamViewer. Sesi saya memang bertahan 5 jam, tapi TeamViewer juga punya pendeteksi pemakaian komersial yang bisa memperpendek atau memblokir sesi. Kebetulan hari itu saya tidak kena. Itu bukan jaminan untuk besok.

Bagian yang jarang ditulis: keduanya gratis hanya untuk pemakaian pribadi

Kalau kalian lihat lagi tangkapan layar di atas, kedua aplikasi sebenarnya sudah menuliskannya sendiri di layar.

  • Di panel TeamViewer tertulis free license, personal use only. Rincian lisensinya ada di halaman harga resmi TeamViewer.
  • Di AnyDesk tertulis non-commercial session, dan di jendela utamanya ada garis merah berisi free license, non-professional use. Pembagian lisensinya bisa dilihat di halaman harga resmi AnyDesk.

Me-remote PC kantor untuk mengerjakan pekerjaan kantor itu termasuk pemakaian komersial, bukan pribadi. Jadi kalau remote seperti ini jadi kebiasaan harian di tempat kerja, yang benar memang berlangganan versi berbayarnya, bukan mencari cara supaya versi gratisnya bertahan lebih lama.

Saya tulis ini bukan untuk menggurui. Justru bagian inilah yang hampir tidak pernah saya temukan di artikel perbandingan sejenis, padahal keterangannya terpampang di layar aplikasinya sendiri. Dan kalau dipikir lagi, pemutusan yang saya alami di AnyDesk tadi sebenarnya bukan kerusakan, melainkan aplikasinya sedang menjalankan aturannya sendiri.

Jadi saya pakai yang mana

Untuk kejadian hari itu, yang menyelamatkan pekerjaan saya adalah TeamViewer, karena saya butuh sesi panjang dan tidak ada orang di kantor yang bisa menekan tombol terima.

Tapi untuk pemakaian kantor yang rutin, saran saya tetap pakai lisensi berbayar dari aplikasi mana pun yang kalian pilih. Pengujian saya ini lebih tepat dibaca sebagai gambaran lebih enak pilih yang mana dalam kondisi kepepet, bukan sebagai anjuran memakainya secara gratis terus menerus.

Tinggalkan komentar